Senin, 23 Januari 2012

Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya 2 !



Ini buku pertama yang aku rekomendasikan untuk semua orang. Pertama kali tau buku ini dari kawan sekelas di Fasilkom Unsri beberapa bulan yang lalu. Dia ngedapetin buku ini karena menang undian buku dari Kick Andy. Ini dia resensinya..

Judul :  Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya 2!
Judul Asli :  Opening the Door of Your Heart
Pengarang :  Ajahn Brahm
Penerjemah :  Tasfan Santacitta
Penerbit :  Awareness Publication
Perdana. :  Maret 2011
Cetakan ke- :  12 (Maret 2011)
Tebal halaman :  340 halaman

Buku "Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya 2!" ini merupakan buku kedua dari sekuel Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya yang ditulis oleh seorang Biksu Buddhis bernama Ajahn Brahm. Ajahn Brahmavamso (yang lebih dikenal dengan nama Ajahn Brahm) lahir dengan nama Peter Betts di London, 7 Agustus 1951. Ia mendapatkan beasiswa untuk belajar Fisika Teori di Cambridge University pada tahun 1960-an akhir. Setelah lulus dari Cambridge, ia mengajar selama setahun sebelum memutuskan untuk pergi ke Thailand dan menjadi biksu.

Buku - buku yang ia tulis semuanya sesuai dengan pengalaman, pelajaran, kisah, dan kejadian yang ia alami maupun murid - murid meditasinya di wihara. Selama ia belajar menjadi biksu di bawah bimbingan Ajahn Chah, ia mendapatkan pengalaman yang sungguh luar biasa. Perjalanannya saat masih kuliah di Cambridge hingga menjadi biksu, semua tertulis sacara apik di koleksi buku tulisannya. 

Walaupun buku ini ber-genre self motivation atau motivasi diri, tapi setelah aku baca ternyata buku ini jauh dari kategori buku bacaan yang berat, malah sebaliknya. Buku ini menurut aku, mengungkapkan hal - hal yang belum kita ketahui maupun telah kita ketahui tetapi terabaikan. Dan tentunya tanpa membedakan status dan agama, karena buku ini sama sekali tidak mengubah wawasan religi atau agama yang kita pegang. 

Bahasa yang dipakai Ajahn Brahm terbilang santai, makanya buku ini jauh dari kategori buku bacaan berat. Yang menariknya lagi, penjelasan - penjelasan yang dituturkan oleh Ajahn Brahm tidak hanya dalam bentuk definisi - definisi ataupun rangkaian kata - kata yang rumit dan membosankan, ia menggunakan bentuk cerita agar kita dapat melihat dari sudut pandang berbeda dengan harapan kita dapat melihat kebenaran itu sendiri. Cerita - cerita yang dituliskan ada yang merupakan pengalaman pribadinya, kisah para sahabatnya, ataupun kisah dari murid - murid meditasinya. Cerita itu ada yang menyedihkan, ada yang menginspirasi, ada yang mengherankan dan gak sedikit cerita - cerita yang lucu.. :D

Ada satu dari banyak cerita lucu yang aku suka, gini ceritanya..
Pada suatu senja, ada empat Ibu yang sedang minum kopi bersama sambil saling berbincang,
Ibu 1 : "Aku bangga sekali dengan anakku. Dia baru ditahbiskan menjadi pastor katholik. Sekarang kalau dia masuk ruangan, semua hadirin akan berdiri dari bangku mereka dan memanggil anakku, 'Romo!'"
Ibu 2 : "Itu mah gak ada apa - apanya ! Baru jadi pastor ? Anakku sudah menjadi pastor selama bertahun - tahun. Sekarang ia menjadi uskup. Ketika ia masuk ruangan, semua orang akan membungkuk dan mencium cincinnya sambil berkata, 'Yang Mulia!'"
Ibu 3 : "Cuma uskup? itu belum seberapa! Anakku seorang kardinal! Ketika dia masuk ke ruangan, semua orang berlutut satu kaki dan memanggilnya, 'Yang Suci!'"
Lalu mereka menoleh kepada Ibu 4 yang hanya menunduk sambil menyeruput kopinya.
Ibu 1,2,3: "Nah, Bagaimana dengan anakmu ?"
Ibu 4 : "Anakku bukan pastor atau uskup atau kardinal. Anakku tingginya seratus sembilan puluh senti, matanya biru, pirang, miliarder. Dia bermain sepak bola untuk Klub Eagles. Ketika ia masuk ruangan, semua perempun tersungkur di lantai dan berseru, 'Oh My God!!'"
Atau ..
Ada seorang pelukis, dan karena kecelakaan motor dokter harus mengamputasi lengan kanannya, lengan yang ia pakai untuk melukis. Akibatnya ia tidak bisa melakukan hal yang paling ia cintai di dunia.
Segera setelah ia keluar dari rumah sakit, ia memanjat gedung tinggi, berdii di puncak gedung itu. ketika hendak melompat, ia melihat ada orang berjalan di bawah, pria tanpa lengan sama sekali, sedang menar di teras depan gedung itu. Ia ternganga melihat pemandangan yang tidak ia sangka-sangka tersebut. Ia berpikir, "Ya Tuhan! Aku barru kehilangan satu lengan saja, sedangkan ada orang tanpa lengan sama sekali, dan ia menari penuh sukacita! Apa sih yang kulakukan sampai ingin bunuh diri segala?"
 Ia membatalkan niatnya, dan memutuskan untuk tetap hidup. Namun ia ingin tahu apa rahasia orang yang tidak punya lengan ini, bagaimana ia masih bisa menari - nari sebegitu bahagianya! lalu ia lari turun hingga teras dan berhasi menyusul pria itu,"Pak! Anda telah menyelamatkan hidup saya! Saya baru saja kehilangan lengan dan hampir bunuh diri. Anda selamatkan saya ketika saya melihat anda, tak punya lengan, menari gembira di jalan. Kok anda bisa begitu? Beritahu saya!"
Pria tanpa lengan itu berkata,"Pak! Saya tidak menari gembira. Saya cuma mau menggaruk pantat saya."

hehe.. dan masih banyak cerita lainnya. Gak akan nyesel deh baca buku ini. Aku beli buku ini di Gramedia seharga Rp 50.000,- (Januari 2012)

Selamat Membaca ;-)

2 komentar:

SiKonyol mengatakan...

buku aku yang ini di winda, dan sampai detik ini dia gak ngembaliin buku aku, huuuh :')

AlfaBetha Blog mengatakan...

jiahaha.. sabar ju
mintak b sm windanyo
yg ad tandatangan andy f noya itu yoo??